Lampu PJU modern
Teknologi

Lampu PJU Solar Cell All in One Modern

Perkembangan lampu PJU solar cell all in one – Pada awalnya jenis lampu yang banyak ditemui untuk penerangan jalan umum (PJU) adalah jenis lampu HID atau lampu Xenon. Prinsip kerja lampu ini sebenarnya sama dengan lampu neon, dimana gas xenon dipijarkan oleh pencetus bunga api yang bekerja seperti busi. Pada lampu ini terdapat tabung yang menyala bila dialiri listrik tegangan tinggi, celah elektroda akan menimbulkan loncatan bunga api yang selanjutnya membuat gas xenon di sekitar elektroda menyala atau menjadi terang.

Jenis lampu HID, dibagi ke dalam dua tipe yakni lampu low pressure (LP) dan high pressure (HP). Lampu LP sendiri memiliki dua jenis struktur yakni yang menggunakan tabung mercury fluorescent dan sodium. Sedangkan pada lampu HP memiliki tiga struktur yang berbeda yang yang menggunakan lampu mercury vapor (MV), metal halide dan terakhir sodium. Kedua lampu HID baik LP maupun HP membutuhkan pemberat atau ballast sebagai sirkuit (voltase, arus dan bentuk gelombang) untuk menyalakan dan mengoperasikan lampu di awal listrik dialirkan. Jenis lampu HID membutuhkan waktu warming up atau pemanasan sebelum dinyalakan dan membutuhkan waktu cooling down atau pendinginan sebelum dapat digunakan kembali.

Lampu LP dengan struktur sodium adalah lampu yang umum digunakan setelah perang dunia kedua, karena lampu ini mengkonsumsi energi lebih sedikit dan memiliki umur pemakaian yang panjang. Pada abad ke-20, lampu HP dengan struktur sodium menjadi lebih diminati karena mengkonsumsi sumber listrik lebih sedikit dibanding LP sodium. Selain itu lampu HP sodium menghasilkan warna putih yang lebih terang dibandingkan lampu LP sodium. Warna yang terang ini menurut penelitian dapat meningkatkan kewaspadaan pengendara di jalan raya serta meningkatkan reaksi mengerem pengendara setidaknya sekitar 25%. Selain itu bagi pengguna jalan juga dirasa lebih aman dan nyaman ketika berjalan dibawah lampu putih terang.

Sebuah studi membandingkan penggunaan lampu HP metal halide dengan HP sodium, dimana hasilnya menunjukkan pencahayaan yang dihasilkan oleh HP metal halide memiliki intensitas cahaya yang lebih terang dan lebih aman dibandingkan cahaya yang dihasilkan oleh HP sodium.

Namun seiring perkembangan zaman, lampu HID dipandang menghasilkan gas rumah kaca yang lebih banyak dibanding lampu LED. Sehingga untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan, permintaan akan lampu pju LED solar cell all in one semakin meningkat akhir-akhir ini. Selain itu sebuah studi menunjukkan bahwa lampu LED mampu mengkonsumsi energi listrik dengan lebih efisien dibanding lampu HID, serta memiliki umur pemakaian lampu yang lebih lama.

Jenis lampu LED tidak membutuhkan waktu pemanasan atau warming up sehingga dapat langsung menyala ketika dialiri listrik. Berbeda dengan lampu HID yang membutuhkan waktu pemanasan selama beberapa saat sebelum akhirnya dapat menyala. Dengan kelebihan yang ada tersebut lampu LED solar cell all in one menjadi lebih diminati sebagai lampu pju, karena dengan perawatan yang minim sekalipun lampu LED memiliki umur pemakaian yang relatif lebih panjang dibanding lampu HID.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *